#suratkeenambelas

Jadi kalau boleh kutanya, apa yang paling berkesan dari perjalanan kita kali ini? Bagian mana yang membuatmu mengingatku dalam keadaan paling baik? Jangan bilang saat aku mengkerut menahan dingin sambil menggaruk-garuk sekujur tubuh menahan rasa gatal yang tak henti. Kau tahu kan, aku punya alergi. Jangan bilang juga saat aku jatuh tertidur begitu saja setiap … Continue reading #suratkeenambelas

Advertisements

#suratkelimabelas – Lagu Untukmu –

Bintang yang sendiri, datang malam ini Biar tak sendiri, tak cemas karena pagi Melayang-layang, ke dadaku Ada rindu yang, hangat di situ Semalam saja, lalu ku biarkan Engkau menyelinap, pergi jauh Karena ku tak ingin, apa-apa Dan tak dimiliki, siapa-siapa Semalam saja, tak mau sendiri Ucapkan kata, selamat pagi Np: Agustin Oendari - Selamat Pagi … Continue reading #suratkelimabelas – Lagu Untukmu –

#suratkeempatbelas

  Dear kamu yang baik, selamat pagi. . . . Yaudah sih gitu aja, sehat-sehat ya! Salam hangat. —————————————————————— Ps: Surat-surat ini adalah postingan di akun instagram dalam rangka mengikuti tantangan #3oharibercerita selama bulan januari 2017. Sengaja dipindah ke blog agar lebih mudah didokumentasikan. Selamat menikmati!! 🙂

#suratketigabelas

Apa? Apanya? Lah apa? Apa sih? Apanya? Ya itu tadi, apa? Apanya apa? Apanya yang apa? Gimana sih, kok malah apa? Apa? Tauk ah. Bodo. —————————————————————— Ps: Surat-surat ini adalah postingan di akun instagram dalam rangka mengikuti tantangan #3oharibercerita selama bulan januari 2017. Sengaja dipindah ke blog agar lebih mudah didokumentasikan. Selamat menikmati!! 🙂

#suratkeduabelas

Hari lalu ada yang bertanya padaku, bagaimana kabar lelaki itu. Aku hanya tersenyum dan menggeleng, tidak tahu. Lalu ditanyanya lagi, kabarnya lelaki itu sudah pindah ke luar negeri, bekerja sekaligus melanjutkan studi. Aku hanya tersenyum dan menggeleng, aku tidak tahu. Dan ia bertanya lagi, bertanya lagi, bertanya lagi. Sejujurnya ingin kukatakan padanya, aku tak tahu … Continue reading #suratkeduabelas

#suratkesebelas – Tribute untuk Pekerja –

Badut. Kami menemukannya tanpa sengaja sore tadi. Hasil dari kerandoman membayar rindu setelah lama tak bertemu. Karena kelihatannya seru dan ingin tahu, kami ikutan maju, ikut-ikutan minta foto. Bayarnya cuma lima ribu, dijepret-nya sebanyak yang kau mau. Cuma satu atau sepuluh, mau berdiri atau duduk, mau sendiri atau rame-rame, sebanyak mana pose yang kau mampu. … Continue reading #suratkesebelas – Tribute untuk Pekerja –