#suratketujuh

Tadi dia nelpon. Aku nolak bicara. Wawawa, dia nelpon. Kau gak angkat telponnya? Angkat, yg ngomong kan orang rumah. Tapi pas dikasih aku nolak. Aku salah gak sih masih marah? Enggak. Marahmu wajar kok. Trus? Orang rumah bilang apa? Kau gak dimarahi gitu? Enggak. Mereka kenal aku kok. Kewl. Trus? Kau gak rindu? Siapa? Dia. … Continue reading #suratketujuh

#suratkeenam

Ini hadiah kesekian darinya sebagai selebrasi bertambahnya usia di tiap tahun, untuk saya. Dari seluruh hadiah-hadiahnya tak satupun ia menerapkan konsep hadiah-ini-sebagai-kejutan. Ia selalu memberitahu. Entah itu keinginan memberi, apa yang diberi, hingga kapan harus ngecek jasa pengiriman, memastikan barangnya sampai atau tidak. Ditambah dengan menanyakan, hadiah seperti apa yang saya inginkan. Atau malah apa … Continue reading #suratkeenam

#suratkelima

Ini Bianglala. Bagi diri sendiri, mencobanya tak perlu berulang. Cukup pernah dirasa dan tak berniat kembali dilakukan. Kelak saat ada yang bertanya, "sudah pernah?" akan dijawab dengan percaya diri dan rasa bangga, "sudah, dong." Entah kenapa harus menjawabnya dengan rasa bangga. Yang pasti bangga saja sudah melakukannya. Ada banyak yang sudah dan ingin dilakukan hanya … Continue reading #suratkelima

#suratkeempat

The importance of reading, for me, is that it allows you to dream. (Eric Ripert) Rasa-rasanya si Mas Eric ini mewakili jutaan mereka-mereka di luar sana yang juga suka membaca, termasuk saya. Bahwa hal penting dalam membaca adalah kita dibiarkan untuk bermimpi, berimajinasi, ngayal, melamun. Saat membaca kemudian membandingkan satu karakter dengan diri sendiri. Saat … Continue reading #suratkeempat

#suratketiga

Yang kuingat kita bersama pagi itu. Pagi terakhir sebelum semuanya berubah. Jangan tanya apa aku masih ingat semua yang kita perbincangkan, tentu saja aku masih ingat. Selanjutnya yang kuingat kita berbincang di sepanjang perjalanan pulang, berbincang sekali lagi. Benarkah ini yang kita inginkan? Tidakkan aku atau kau akan menyesal kelak? Tidakkan aku atau kau ingin … Continue reading #suratketiga

#suratkedua

The unexpected is the best one. Kita tak pernah menyangka akan bertemu siapa saja dalam setiap peristiwa. Tak pernah terpikir bahwa ia yang duduk di sebelah bisa jadi adalah saudara jauh bertalian darah yang tak pernah kita kenal. Atau bisa juga ia ternyata teman lama yang menghilang. Atau malah kenalan baru yang kelak menjadi seseorang … Continue reading #suratkedua