Day 7: Falafu

Ada orang-orang yang tidak begitu beruntung, karena kebahagiaannya datang lewat cara merebut senyum dari wajah-wajah di sekitarnya. Ada orang-orang yang memang cara hidupnya sangat malang, karena keberadaannya justru hadir lewat jalan mengecilkan cara hidup orang lain-hanya agar dirinya terlihat lebih besar. Dan ada orang-orang yang justru baru merasa utuh, setelah membuat hati orang yang mencintainya … Continue reading Day 7: Falafu

Day 6: Sumpahku, Sumpahmu

Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbahasa yang satu, bahasa Indonesia. "Beberapa saat lalu saya bertanya pada beberapa pemuda Papua tentang putusan perkumpulan pemuda pada tahun 1928. Jawabannya cukup gamblang dan sensitif: … Continue reading Day 6: Sumpahku, Sumpahmu

Day 5: Crush

#1 Ada orang-orang yang dihadirkan Tuhan dalam hidup kita bukan untuk jadi pendamping, melainkan sekadar singgah. Mereka ajarkan kita apa yang harus kita tahu dan pelajari, lalu pergi. Beberapa di antaranya ada yang kembali, beberapa di antaranya ada yang tetap pergi. #2 Puisi adalah caraku untuk bilang bahwa ku sedang rindu #3 Biar aku mengungkap … Continue reading Day 5: Crush

Day 4: Buku

Kalau menulis adalah cara terbaik membekukan pikiran, membaca adalah cara terbaik untuk mencairkannya. Ibu yang mengenalkan pada membaca untuk pertama kalinya di usia 4 tahun jauh sebelum mengenal bangku sekolah. Tanpa disadari, Ibu juga yang mengenalkan pada kecintaan membaca lewat koleksi novel Mira W miliknya. Selain Mira W, Majalah Bobo adalah teman sejak kecil. Sedangkan … Continue reading Day 4: Buku

Day 3: Dream Job

Kelak ingin punya taman baca sendiri. Taman baca yang dibangun di rumah, agar bisa digunakan oleh orang-orang di lingkungan rumah. Taman baca yang juga digunakan sebagai tempat berbagi ilmu dan cerita tentang buku dan dunia kepenulisan. Taman baca yang tentu saja tidak terlalu menyita waktu hingga masih bisa bekerja freelance sebagai penulis. Senangnya menjadi freelance … Continue reading Day 3: Dream Job

Day 2: Kampus

"Bangun, Yun. Senseinya udah mau pergi." Kantuk tetap menyergap. Meski setengah jam terakhir hanyut terlelap. Mimpi yang datang di potongan terakhir tak berhasil diingat. Hanya diam, menunggu kesadaran kembali dan menelan mimpi yang terlipat. Entah sejak kapan ia tak menikmati sisi kegiatannya yang satu ini. Padahal dulu sekali merengak pada Ibu untuk ikut Abang ke … Continue reading Day 2: Kampus