#terimakasihBandaNeira

#Kita Sama-sama Suka Berterima Kasih Tulisan di atas adalah tulisan pesonal Ananda Badudu lepas keputusan beliau dan Rara Sekar untuk berpisah dalam naungan Banda Neira. Menyimaknya seperti mendengarkan seorang teman lama bercerita. Teduh dan menentramkan. Dalam satu part tulisannya, Nanda katakan kalau dirinya tak menyangka bahwa lagu-lagu Banda Neira memiliki arti besar pagi para pendengarnya, … Continue reading #terimakasihBandaNeira

Cerita-cerita di Sepanjang 2016 yang Tak Selalu Berjalan Baik Tapi Ada Baiknya Tetap Diingat Demi Pembelajaran di Masa Mendatang

    Tulisan ini dibuat semata-mata agar dapat mengingatkan diri apa saja yang sudah dilalui setahun terakhir, agar dapat dibaca dan dikenang-kenang lagi beberapa tahun kemudian sambil tersenyum-senyum. Rasa-rasanya tahun ini cukup terdokumentasikan dengan baik. Tulisan-tulisan acakadut hasil kontemplasi di tiap kejadian lebih banyak dibuat di tahun ini, dibanding tahun lalu. Sedih sih, kesannya kok … Continue reading Cerita-cerita di Sepanjang 2016 yang Tak Selalu Berjalan Baik Tapi Ada Baiknya Tetap Diingat Demi Pembelajaran di Masa Mendatang

Monolog 22 dalam Drama Berbabak-babak

Menjadi 22. Semoga mendewasa. Selain percaya bahwa mandi dan es krim akan menjaga mood dalam kondisi baik, saya percaya bahwa tidak ada yang kebetulan. Termasuk kelahiran seseorang. Saya percaya masing-masing orang memiliki peran dan porsinya masing-masing. Tidak ada yang memiliki peran lebih banyak maupun lebih sedikit. Setiap orang, memiliki porsi sama besar. Lahir di penghujung … Continue reading Monolog 22 dalam Drama Berbabak-babak

Kamu Kapan Wisuda, Yun?

Saya tak mau seperti mencari-cari alasan, karena apapun keputusan yang saya ambil, skripsi harusnya sudah menjadi prioritas paling atas. Desember nanti, tepat setahun sejak saya gaungkan keinginan untuk sempro (seminar proposal) yang bahkan tak saya mulai-mulai. Bukan saya tak mau, tapi apa yaa, yah begitulah. Saya tak mau terkesan mencari-cari alasan. Tapi akhirnya saya memang … Continue reading Kamu Kapan Wisuda, Yun?

Par(a)no(id) Part II

Karena ceritanya panjang banget, jadi saya bagi 2. Ini cerita sebelumnya yaa ๐Ÿ™‚ Saya enggak ingat, berapa menit saya terjatuh. Yang saya ingat, orang-orang berkerumun. Pengendara motor yang nabrak berusaha mengangkat saya. Tapi entah kenapa badan ini enggak bisa digerakkan. Hingga akhirnya saya dipaksa berdiri dan didudukkan di kursi pemilik warung Padang tempat saya beli … Continue reading Par(a)no(id) Part II