Timang-timang Anakku Sayang

Oleh: Sri Wahyuni Fatmawati P Nina bobo oh nina bobo, Kalau tidak bobo digigit nyamuk. Nina bobo oh nina bobo, Kalau tidak bobo digigit nyamuk. Aku masih terus bernyanyi. Berkali-kali melantunkan bait lagu yang sama. Berharap bayi kecil itu terlelap semakin lama. Sesekali kugoyang ayunan tempatnya tidur. Ah, bayi kecilku. Cepatlah tidur, Nak. Cepatlah lelap, … Continue reading Timang-timang Anakku Sayang

Advertisements

Praktik Bersyukur

Oleh: Sri Wahyuni Fatmawati P “Kamu kenapa enggak shalat?” Pertanyaan Gadis meluncur begitu tiba-tiba. Aku yang sedang berusaha mengunyah bakso jadi berhenti mengunyah. Sendok berisi potongan kecil bakso yang akan kusuapkan ke dalam mulut berhenti di udara. Ada sekitar dua detik aku diam. Bengong lebih tepatnya. Perlahan aku menarik napas. Melanjutkan mengunyah bakso. Sembari menghabiskan … Continue reading Praktik Bersyukur

HALO

Oleh: Sri Wahyuni Fatmawati P Saya memulai tahun ini dengan banyak keinginan juga pengharapan. Akan studi, pekerjaan, impian, keluarga, hubungan dan lain-lain. Beberapa terasa seakan berada di depan mata, begitu dekat. Beberapa terasa seakan ada di ujung pulau, sangat jauh. Beberapa terasa sangat mudah untuk dilakukan, dan sebagian lagi terwujud pun sangat sulit untuk diimpikan. … Continue reading HALO

Si Gadis

Ini cerita tentang seorang gadis. Gadis ini maksudnya dia benar-benar seorang gadis. Berumur seperti gadis, menjelang dewasa tapi belum terlalu matang. Gadis ini bercerita padaku di suatu masa. "Aku sedang berbunga-bunga," ucapnya. "Berbunga-bunga seperti apa? Banyak bungakah?" aku gagal paham "Oh paok, bukan arti harafiah seperti itu. Aku sedang berbunga-bunga. Sedang senang, bahagia," gadis ini … Continue reading Si Gadis

Hikayat Si Dia

Si dia menggeram. Kali ini disertai gerutuan. Grmmm. Grmmm.  Begitu bunyinya. Si dia kembali menggeram sambil menggerutu dalam diam. Kini si dia mencapai puncaknya. Habis sudah semua kesabaran. Habis semua rasa diam. Si dia tak lagi bisa berlama-lama. Cukup sudah!  Si dia menggeram sekali lagi. Lalu mendesis. Tunggu saja! Waktumu sebentar lagi! Si dia masih … Continue reading Hikayat Si Dia

KARMA

Ukh. Kepala Utomo tersentak ke depan dan ke belakang. Suara barusan benar-benar mengagetkannya. Utomo menarik napas perlahan sambil berusaha menenangkan detak jantungnya . . . . Sekilas Utomo melayangkan pandang keluar jendela Honda Jazz-nya. Gelap. Diliriknya jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kiri. 22.30 WIB. Sial, rutuknya. Sudah semalam ini dan dia belum sampai … Continue reading KARMA