Cerita-cerita di Sepanjang 2016 yang Tak Selalu Berjalan Baik Tapi Ada Baiknya Tetap Diingat Demi Pembelajaran di Masa Mendatang

 

 

Processed with VSCO
2016, mission complete!

Tulisan ini dibuat semata-mata agar dapat mengingatkan diri apa saja yang sudah dilalui setahun terakhir, agar dapat dibaca dan dikenang-kenang lagi beberapa tahun kemudian sambil tersenyum-senyum.

Rasa-rasanya tahun ini cukup terdokumentasikan dengan baik. Tulisan-tulisan acakadut hasil kontemplasi di tiap kejadian lebih banyak dibuat di tahun ini, dibanding tahun lalu. Sedih sih, kesannya kok ya lebih banyak curhatnya dibanding berkarya.

Akhir tahun lalu, seseorang mendoakan sesuatu di penghujung tahun. Semoga aku bahagia selalu, tumbuh dalam kebijaksanaan semesta. Tahun ini, juga banyak sekali orang-orang yang mendoakanku hal yang sama, sehat-sehat dan bahagia selalu.

Januari berlalu dengan sangat baik. Seseorang yang kutemui tahun sebelumnya menjadikan cerita di awal 2016 adalah sesuatu yang layak. Atas dorongannya juga, di Februari aku memutuskan untuk mengambil kursus menjahit selama 3 bulan, sekalian mengisi waktu lowong karena kuliah yang tak lagi padat. Selain biaya kursusnya yang sangat luar biasa mahal itu, aku tak pernah menyesalinya.

img-20160322-wa0008
Baju kurung, hasil belajar jahit 3 bulan. Abaikan yang di kanan kiri, itu supaya komposisi-nya enak aja.

Maret yang sejak awal tahun kunanti-nantikan kedatangannya berubah menjadi bom waktu yang meledak saat itu juga. Saat itu dibanding marah, aku malah sedih. Bagaimana bisa aku patah hati kepada orang yang mengajariku caranya bermimpi? Dia benar. Dia ajariku cara menghadapi kecewa agar aku masih bisa berdiri selepas kepergiannya.

Ragam kegiatan kuikuti di April. Sekadar pelarian, mencari pengalaman, keputusan. Tapi apa daya, lagi-lagi kekecewaan menghampiri di sepanjang April. Lalu Mei datang. Tawaran pekerjaan menjadi reporter portal berita online ku terima. Keputusan yang tergesa-gesa menyebabkan keputusan bodoh lainnya. Aku berhenti tepat sebulan sejak memulainya. Ada banyak hal yang menjadi pertimbangan.

Juni adalah momen puasa dan lebaran. Tak ada yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya kecuali pertanyaan wisuda dan pasangan berhamburan. Aku melewati Juni dengan biasa-biasa saja, selain di akhir momen UAS mata kuliah terakhir benar-benar menguras emosi. Malam lepas ujian, aku menulis cerita untuk 6 orang sahabatku di kampus, yang bahkan belum kupublikasikan di blog ini. Benar-benar kacau.

img_5641-1
Pokoknya ngeksis. Pose jalan terus yaw! πŸ˜€

Juli menjadi permulaan untuk segala hal. Aku memutuskan untuk mengikuti ragam seleksi kegiatan kerelawanan, pelatihan hingga komunitas. Aku bertemu orang-orang baru. Kesibukan yang beruntun membuatku seperti menemukan dunia baru. Aku merasa hidup. Minggu terakhir Juli aku menerima tawaran pekerjaan sebagai copywriter di sebuah perusahaan periklanan di Medan. Lalu, tepat di hari terakhir Juli aku bertemu dia. Kami putuskan untuk berdamai. Dengan keadaan, dengan dirinya, juga dengan diriku.

Agustus datang dengan sukacita. Aku mulai rajin mengisi blog yang sudah sangat usang ini. Di penghujung Agustus dan awal September aku mengikuti pelatihan keberagaman selama seminggu. Oktober aku menyibukkan diri dengan pekerjaan dan komunitas. November, aku menjadi relawan panitia rekrutmen sebuah kegiatan. Diberi kesempatan bertemu dan mewancarai salah seorang penulis kesukaan yang tak bisa dibilang lancar (ugh, kalau ingat ini rasanya pengen sembunyi!). Hingga Desember, terlibat dalam sebuah aksi sosial hingga penghubung tahun.

Dari semua yang sudah terjadi, skripsi masih jauh dari kata selesai. Satu-satunya yang kusesali di tahun ini. Di ujung tahun aku kembali dihadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan dari orang-orang tentang dia. Beberapa perbincangan kami yang menyusul akhirnya membuatku mengambil kesimpulan. Wajar saja kalau kelak kami berada di lingkaran yang sama, yang perlu kulakukan hanyalah terbiasa dengan pertanyaan-pertanyaan.

img-20160229-wa0003
Di suatu masa, aku menemukannya.

Ada satu lagi yang terjadi di 2016. Di sepertiga menjelang akhir tahun, aku bertemu orang baru. Hei, sepertinya aku termakan omonganku sendiri, kalau akhirnya aku yang menggunakan perasaan, bagaimana?

Bagaimanapun 2016 benar-benar memberikan kejutannya. Sejak awal hingga akhir, banyak cerita yang tak kuprediksi terjadi. Untuk itu semua aku ingin mengucapkan, terima kasih untuk semua orang yang menemaniku sepanjang 2016. Terima kasih untuk mereka-mereka yang sudah mengajariku banyak hal. Tetap setia mendengarkan keluh kesah enggak penting. Tetap bersabar menjadi tempat repetan setiap hari. Tetap ada saat aku butuh pegangan dan tempat bersandar.

b612_20160921_145625
Makasiyaa wee *hug *kiss

Untuk mereka yang sudah bersamaku sejak lama, atau yang baru mengenalku. Untuk mereka yang memutuskan pergi dan tak kembali atau yang pergi lalu sesekali hadir. Terima kasih. Kalian ajarkan aku hal-hal yang perlu kupelajari.

Juga untuk segenap pembaca blogku. Terima kasih sudah setia membaca tulisan-tulisanku. Sudah mendukung hingga sekarang. Aku akan berusaha lebih keras lagi untuk menghadirkan cerita-cerita dan tulisan-tulisan yang menyenangkan hati kalian semua. Tetap sehat dan bahagia, kawan-kawan!

img_20161015_111955
Selamat datang, 2017!

Nb: Judulnya emang sengaja sepanjang itu. Sesekali pengen judul yang panjang-panjang begitu.

Advertisements

12 thoughts on “Cerita-cerita di Sepanjang 2016 yang Tak Selalu Berjalan Baik Tapi Ada Baiknya Tetap Diingat Demi Pembelajaran di Masa Mendatang

Akan menyenangkan mengetahui pemikiranmu untuk postingan ini :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s