Kamu Kapan Wisuda, Yun?

img_20161107_125144
tahun depan!

Saya tak mau seperti mencari-cari alasan, karena apapun keputusan yang saya ambil, skripsi harusnya sudah menjadi prioritas paling atas. Desember nanti, tepat setahun sejak saya gaungkan keinginan untuk sempro (seminar proposal) yang bahkan tak saya mulai-mulai. Bukan saya tak mau, tapi apa yaa, yah begitulah.

Saya tak mau terkesan mencari-cari alasan. Tapi akhirnya saya memang menempatkan skripsi di prioritas ke sekian. Seorang teman bilang, saya tak punya cukup motivasi. Apalagi, beberapa teman memang masih belum menunjukkan perkembangan, sama-sama mencari alasannya dengan saya.

Tapi beberapa minggu lalu, saya akhirnya benar-benar tertampar. Satu per satu teman terdekat bersusulan menyelesaikan kuliahnya, dan saya tak maju-maju. Saya bahkan rasanya malu memamerkan pengalaman, berjumpa dengan banyak orang, ikut ini itu, malah sudah dapat pekerjaan sejak awal tahun, saat skripsi tak jelas juntrungannya.

Hingga siang ini, sebuah SMS tiba-tiba mampir ke handphone pintar, bunyinya, “Kamu kapan wisuda, Yun?” SMS itu dari abangnya Ibu, Uwak. Entah apa yang membuatnya tiba-tiba bertanya. Tapi yang jelas efeknya buat kepala saya puyeng.

Selama ini keluarga saya memang tipe yang cukup merongrong dengan pertanyaan, kapan wisuda, gimana skripsi, sudah dapat kerja sambilan belum? Bahkan sejak saya masih awal kuliah!! Tapi karena komunikasi dengan mereka sangat jarang, dan saya juga jarang pulang ke rumah, pertanyaan-pertanyaan itu tak terlalu mengganggu. Tapi entah kenapa yang ini rasanya benar-benar menohok.

Beberapa hari terakhir, sebuah keputusan saya pikirkan. Saya butuh waktu beberapa hari lagi untuk benar-benar memutuskannya. Keputusan yang saya yakin, insyallah, baik dan memang saya butuhkan saat ini. Ada yang mau saya kejar tahun depan, sesuatu yang seharusnya bisa saya mulai tahun ini kalau saya enggak berleha-leha.

Sambil diam, saya cuman balas SMS Uwak dengan, “masih lama, tahun depan. Uni enggak ada pulsa, Wak.” Tak lama kemudian pemberitahuan SMS collect masuk.

Saya bahkan menunda-nunda menghubungi Kakek dan Nenek (sesuai janji) karena enggan ditanya-tanya. Meskipun saya tahu mereka berdua akan selalu mengerti dan menerima apapun keputusan yang saya buat. Dasar cucu geblek.

Yasalam.

Advertisements

24 thoughts on “Kamu Kapan Wisuda, Yun?

    1. Jadi inget pas dulu masih jaman geblek-geblek nya jadi mahasiswa karatan… Banyak ngomong banyak filosofi dan kelewat sering menghibur diri.

      Salam kenal mbaknya.

      Buruan di kelarin, ntar nyesel loh kalau sadar ternyata skripsi tak seheboh yang dikira. Wkwkwkwk

      Liked by 1 person

      1. aku searching, begini kata google, hehe

        Pertama, terjaring spam akismet
        Kedua, komentar memang dimoderisasi,
        Ketiga, blog tersebut menggunakan plugin cache
        Keempat, IP address yang anda gunakan memang telah terblokir oleh blog tersebut
        Kelima dan yang terakhir, komentar anda mengandung kata / URL yang diblacklist oleh admin blog di tempat anda memberikan komentar

        kalau di blogku sih, ada tulisannya. Kamu terjaring spam oleh Akismet bang, ku enggak ngerti juga T.T

        Liked by 1 person

      2. Kalau ngereplay komen orang lain emang bisa Kak πŸ˜…

        *hormat *selamat hari pahlawan

        Like

Akan menyenangkan mengetahui pemikiranmu untuk postingan ini :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s