Day 6: Sumpahku, Sumpahmu

Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia

Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia

Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbahasa yang satu, bahasa Indonesia.

“Beberapa saat lalu saya bertanya pada beberapa pemuda Papua tentang putusan perkumpulan pemuda pada tahun 1928. Jawabannya cukup gamblang dan sensitif: Kami tidak merasa bagian dari keputusan tersebut, karena tak ada pemuda Papua dalam perkumpulan tersebut. Oleh sebab itu kami tak merasa harus ikut apalagi bereuforia atas konsensus sepihak itu.”

Itu sepenggal tulisan seorang teman di grup wa. Udara Medan yang dingin karena diguyur hujan sejak tadi malam mendadak terasa panas, karena isi grup tetiba membahas Papua dan NKRI. Saya, yang ilmunya sangat dangkal dan apa adanya memilih menjadi pendengar yang baik saja.

Jujur, sejarah dan Papua bukanlah keahilan saya, apalagi sejarah Papua dan NKRI. Mungkin pengetahuan saya hanya sebatas tulisan-tulisan dan buku-buku yang saya baca selama ini. Lewat hasil diskusi dengan kawan-kawan selama ini. Karena itu saya tidak akan membicarakan Papua di sini.

Penggal tulisan kawan saya tadi membuat saya belajar hal baru hari ini. Bahwa saya harus lebih hati-hati terhadap penyebutan slogan maupun konsensus (kesepakatan). Kerap kali sebuah kesepakatan dibuat kemudian dipaksakan pada orang lain. Mulai dari hal kecil hingga hal krusial seperti kebijakan bernegara dan undang-undang.

Saya selalu percaya, tanpa menepikan usia dan generasi lain, pemuda adalah kunci di Indonesia. Kalau pemudanya sudah ‘baik’ tentulah Indonesia akan baik ke depannya.

Bukankah penggal tulisan kawan saya tadi membuat kita berpikir bahwa Indonesia memang benar-benar beragam? Dan untuk turut melibatkan mereka semua dalam tiap kesepakatan untuk negara ini?

Saya percaya, Indonesia harusnya menjadi tempat tinggal yang nyaman untuk semua warga negaranya. Warga negara Indonesia tidak terbatas pada suku, agama, warna kulit, penggunaan bahasa, asal daerah, jenis kelamin, pandangan politik, orientasi seksual bukan? Karena kita semua sama-sama orang Indonesia, berada di bawah sayap Garuda dengan presidennya masih Pak Jokowi tercinta.

Ps: Saya awalnya berniat menulis tentang hal lain hari ini, tapi saat semua orang menulis, membahas dan membicarakan tentang Sumpah Pemuda, saya kok jadi merasa aneh sendiri kalau menuliskan tentang hal lain, hehe *yah, kita terkadang emang begitu, suka gak nyaman kalau tidak menjadi bagian dari masyarakat

Sebisa mungkin saya tetap menjadikan tulisan ini ringan, agar tetap cocok dengan proyek menulis yang sedang saya lakukan. Yah begitu saja pokoknya, hehe #SalamIndonesiaSatu

 

Advertisements

18 thoughts on “Day 6: Sumpahku, Sumpahmu

  1. wow.. πŸ™‚ saya baru tahu tentang pemuda Papua di tulisan ini. semoga kedepannya, Indonesai menjadi tempat yang semakin nyaman ditinggali siapa saja. πŸ™‚
    salam kenal mbak..

    Like

      1. Dan itu juga… Dulu kan Indonesia itu merdeka dari Jepang tapi wktu itu wilayah papua itu jajahan inggris. Papua baru gabung ke Indo pas udah tahun 1949 kalo gk salah

        Like

      2. Amiin. Ini penting sebenarnya, karena masih banyak yg beranggapan Papua bukan Indonesia kan ya. Kejadian mahasiswa di Yogya kemarin salah satunya. Aku sih selalu optimis, jadi doamu pasti akan terwujud, suatu hari nanti πŸ˜†πŸ˜†

        Like

      3. Yang pas kejadian di jogja itu deket ama kosanku lho hahaha. Untung waktu itu masih mau daftar ulang.

        Kosan sekitar sini juga banyak orang papuanya.

        Liked by 2 people

      4. waaa, kamu org Jogja ~ jadi kamu juga menyaksikan kejadiannya dong ya waktu itu? hihi
        aku sih diapantauin sama temenku yg org Jogja, hahaha

        Like

Akan menyenangkan mengetahui pemikiranmu untuk postingan ini :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s