Day 2: Kampus

“Bangun, Yun. Senseinya udah mau pergi.”

Kantuk tetap menyergap. Meski setengah jam terakhir hanyut terlelap. Mimpi yang datang di potongan terakhir tak berhasil diingat. Hanya diam, menunggu kesadaran kembali dan menelan mimpi yang terlipat.

Entah sejak kapan ia tak menikmati sisi kegiatannya yang satu ini. Padahal dulu sekali merengak pada Ibu untuk ikut Abang ke SD terdekat. Ngeyel mau ikut juga ke sekolah. Ngeyel mau juga pakai seragam cantik merah putih. Ngeyel mau juga pamer bisa baca dan hitung.

Padahal dulu sekali selalu ada di peringkat atas. Tak sekalipun membolos. Tak sekalipun mangkir dari pekerjaan rumah. Saat sakit yang tak memaksa usahakan datang. Sibuk sana-sini ikutan ini itu. Padahal….

.

.

.

.

“Bangun, Yun! Kita mau pindah kelas!” Ah, masih mimpi ternyata.

Advertisements

4 thoughts on “Day 2: Kampus

Akan menyenangkan mengetahui pemikiranmu untuk postingan ini :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s