#13 sejujurnya

798598-01

Sejujurnya, dewasa ini aku sudah tak lagi merasakan marah saat mereka datang satu per satu. Menumpahkan semua keluh kesah, semua amarah, semua hal yang mereka kecewakan.

Sejujurnya, dewasa ini aku selalu merasa sedih tiap mereka datang satu per satu. Rasanya seperti ada yang salah dengan apa yang kutinggalkan dulu sekali. Sepertinya ada yang tak tersampaikan apapun itu kepada mereka. Sepertinya mereka tak menikmatinya seperti aku.

Sejujurnya, dewasa ini aku mencoba merasakan dari sudut mereka. Apa yang terjadi? Apa yang mereka rasakan? Apa yang mereka butuhkan? Apa yang bisa kuberikan?

Sejujurnya, dewasa ini aku kehabisan akal. Aku kehabisan semua solusi yang bisa kutawarkan.

Dulu sekali, saat aku ada di posisi itu aku coba berdiam diri. Menjauhkan diri dari hal-hal yang mengecewakan. Mencoba mendengar pikiran-pikiran dari mereka di luar lingkaran. Memilah kembali, apa yang benar-benar aku inginkan, dan aku butuhkan.

Seorang teman dan seorang teman lainnya pernah mengatakan hal yang sama padaku, tak ada kata lain yang lebih pantas selain semangat.  

Pada keduanya kemudian kutambahkan, tak ada kata lain yang lebih pantas selain semangat dan ikhlas.

Semangat kawan-kawan, dan ikhlas 🙂 aku sayang kalian semua.

Advertisements

2 thoughts on “#13 sejujurnya

Akan menyenangkan mengetahui pemikiranmu untuk postingan ini :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s