Ritual Masa Lalu

Sumber: Istimewa
Sumber: Istimewa

Ada yang datang lalu menetap

Ada yang datang dan memutuskan hanya sekadar singgah

Ada yang datang kemudian pergi lalu kembali

Ada yang datang lalu pergi untuk selamanya

Ada yang bahkan tak sempat berkunjung sama sekali

Lalu kau . . . yang mana?

 

Siapa yang sedang ingin mengenang masa lalu? Aku menyebutnya Ritual Masa Lalu. Ritual masa lalu itu adalah momen dimana kamu tanpa sengaja kembali mengenang masa lalumu.

Pernah menemukan sebuah pensil dan lalu ingat mantanmu yang sudah lama pergi? Hanya karena dialah yang memberikan pensil itu. Atau tiba-tiba kamu tersipu malu saat mendengar sebuah lagu, hanya karena lagu itulah yang dinyanyikan pacarmu sekarang saat memintamu menjadi pacarnya? Atau pernah merasa ingin menangis saat melihat seseorang? Hanya karena seseorang itulah yang mengingatkanmu pada seseorang yang lain? Itulah Ritual Masa Lalu.

Ritual masa lalu kerap terjadi, tanpa benar-benar kita inginkan atau kita sadari.  Aku punya ritual masa laluku sendiri. Aku selalu teringat seorang teman saat mendengar lagu Sheila On 7 Bidadari yang Terlewatkan hanya karena dia pernah menghiburku dengan lagu tersebut. Di lain waktu aku akan selalu teringat pada teman yang lain saat melewati perpustakaan kotaku hanya karena di sanalah aku pertama kali bertemu dengannya. Juga aku akan selalu teringat teman lainnya lagi saat melihat Doraemon hanya karena itu kesukaannya. Dan aku punya banyak sekali Ritual Masa Lalu.

Seperti sekarang. Pada dasarnya aku adalah orang yang pelupa, karena itu ritual masa lalu milikku biasanya hanya mengenai hal-hal penting dan yang berkesan saja. Buku Mahfud Ikhwan contohnya. Novel Sabtu Bersama Bapak misalnya. Payung Teduh juga. Lalu ada Frau, Float, Banda Neira, Mocca. Film Surat dari Praha. Kungfu Panda. Dan banyak lagi. Lalu yang paling mengingatkan tentu saja tokoh kartun Barney.

Aku dapat mengingat dengan jelas setiap perbincangan yang terjadi saat aku melihat pengingat Ritual Masa Laluku. Misalnya, saat mendengar rekaman suara ini, aku tahu alasan mengapa rekaman suara itu bisa sampai ada. Saat melihat kutipan film itu, aku bisa mengingat apa yang sedang dibicarakan saat itu. Kenangan jadi sangat kuat saat kita menganggapnya berharga.

Tidak semua ritual masa lalu dilalui dengan senang hati. Bisa saja dialami dengan bersedih. Bisa saja yang diingat sudah tak bersama kita lagi. Sudah mendahului. Atau sudah pergi jauh. Tapi menuruku ritual masa lalu tetap sesuatu yang menyenangkan. Saat sebuah kenangan pahit berhasil diingat dengan tersenyum, saat itulah rasanya ritual masa lalu menjadi sangat menentramkan.

Lalu bagaimana dengan ritual masa lalumu? Mau coba dikenang-kenang kembali? Lalu dijaga? Tak ada salahnya. Namanya ritual, tentu hanya sesaat. Tak perlu berpusing-pusing dengan kehadirannya.

Saat ritual masa lalu menghampirimu kau bisa membuat keadaanmu menjadi lebih baik dengan mengatakan, “Hei masa lalu, mari berdamai. Dulu sebelum ada masa itu, aku pernah bahagia. Kini setelah menjadi masa lalu, aku juga harus bahagia.”

 

 

Salam Ritual Masa Lalu.

Advertisements

Akan menyenangkan mengetahui pemikiranmu untuk postingan ini :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s