p[e] r j[a] l[a] n[a] n

image

Sudah lama sekali sejak terakhir kali naik bus ini. Rasanya dulu masih lebih sering menggunakannya dibanding sekarang. Mungkin karena sekarang kuliah jarang dan dari kos menuju kampus hanya perlu 10 menit. Juga mungkin karena sekarang tak perlu keliling kampus untuk menemui orang-orang. Jadwal kuliah yang hanya tinggal satu dalam seminggu ditambah intensitas kunjungan ke kampus yang sangat minim menyebabkan tak memiliki alasan lagi untuk menggunakannya. Lalu hari ini aku di sini. Di dalam bus yang sudah lama sekali tak dijabani.

Bahkan aku bingung, rutenya sudah berubah. Dan berubah-ubah. Jaddi merasa semakin tua saja. Mengingat akulah yang meliput kemunculan bus ini untuk pertama kalinya. Ikut di dalamnya saat dirilis untuk pertama kali. Kini sudah banyak sekali yang berubah. Bus baru, rute baru. Dan kini aku di sini. Naik bus ini.

Awalnya seperti biasa, menunggu di halte terdekat dengan kampus. Tak pernah sunyi, aku tahu. Karena itu saat bus tiba, semua orang mendesak untuk naik, aku hanya diam di belakang menunggu giliran. Aku tak suka berdesak-desakan. Tapi rasanya tak semua orang berpikiran sama, sabar menunggu giliran. Manusia-manusia lain menyikut satu dan lainnya. Dan aku semakin terpojok ke belakang. Akhirnya aku kedapatan giliran naik. Hanya saja harus berpuas diri untuk tetap berdiri tepat di atas undakan. Tapi tak mengapa. Mau duduk atau berdiri sama saja. Toh tujuanku tak jauh.

Tak lama (dua stasiun kulewati) aku dapati kursi kosong yang bisa kududuki. Tepat di samping jendela, deretan kursi paling belakang sebelah kanan. Aku suka sekali duduk di samping jendela. Entah apa yang kupikirkan hingga aku memutuskan mengambil membuka notes. Aku ingin menulis. Ada yang berbeda dari perjalanan kali ini. Rasanya tak sama dengan perjalanan menggunakan bus sebelum-sebelumnya.

Lamat-lamat kupandangi jalan lewat kaca. Rasanya pikiran juga tak utuh tinggal di sana, melanglang buana entah kemana. Entahlah, susah sekali mendeskripsikannya. Seperti menemukan ketenangan, kedamaian untuk berpikir.

Baru kusadari betapa sudah sangat lama tak pernah berkeliling kampus ini. Sudah sangat lama tak bercengkrama dengan jalan-jalan dan pepohonan yang ada. Rasanya rindu sekali. Ingin dicoba lagi.

Bagaimana mungkin menemukan kenyamanan di atas bus ini? Yang supir dan keneknya tak berhenti berbicara, penumpangnya berjubelan, penuh ocehan di sana-sini, lengkap dengan suara musik dari enam speaker yang ada. Benar-benar kacau. Tapi, lihatlah. Aku menikmati perjalananku. Semacam kontemplasi. Lalu kuputuskan untuk tak turun di tempat tujuanku. Memutuskan untuk keliling sekali lagi. Menemukan kenyamanan sekali lagi. Dan turun di waktunya nanti.

Senja di minggu pertama April.

Advertisements

Akan menyenangkan mengetahui pemikiranmu untuk postingan ini :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s