HALO

large

Oleh: Sri Wahyuni Fatmawati P

Saya memulai tahun ini dengan banyak keinginan juga pengharapan. Akan studi, pekerjaan, impian, keluarga, hubungan dan lain-lain. Beberapa terasa seakan berada di depan mata, begitu dekat. Beberapa terasa seakan ada di ujung pulau, sangat jauh. Beberapa terasa sangat mudah untuk dilakukan, dan sebagian lagi terwujud pun sangat sulit untuk diimpikan.

Saya memulai tahun ini dengan niat dan mimpi yang jauh, kalau tak bisa dikatakan tinggi. Beberapa mimpi itu saya bagi dengan mereka yang terdekat dan sebagian lagi saya diskusikan dengan diri saya yang lain. Berputar-putar di kepala, mencoba mencari solusi dan penyelesaian sendirian. Bukan mudah juga bukan hal yang sulit.

Saya memulai tahun ini dengan semangat yang dipupuk sejak akhir tahun lalu. Dengan cita-cita yang sudah saya susun rapi di halaman buku harian. Dengan coretan-coretan membentuk timeline di halaman terakhir agenda pribadi. Dengan doa.

Saya memulai tahun ini dengan langkah yang ringan. Dengan jiwa yang riang. Dengan asa setinggi awan. Dengan jejak pengharapan.

Kini beberapa di antaranya tak berjalan sesuai harapan. Jangankan maju, yang ada hubungan di awal juga tak kunjung membaik. Ego yang sejak lalu-lalu berusaha dibuang jauh-jauh datang secara mendadak dalam jumlah yang tak mungil. Air mata yang ditahan bertahun-tahun pecah dalam semalam.

Kini beberapa di antaranya malah tak saya mulai sama sekali. Kehilangan motivasi dan segala yang saya impikan. Bukannya malah mendengar yang ada saya menutup telinga. Mengabaikan mereka yang datang dan berusaha membantu. Maaf, saya sedang tak ingin mendengar.

Saya memulai hari ini dengan niatan akan kembali mengingat segala keinginan, pengharapan, niat, mimpi, semangat dan cita-cita yang sudah saya tulis rapi di buku harian.

Saya memulai menulis ini dengan niatan akan kembali membangkitkan segala keinginan, pengharapan, niat, mimpi, semangat dan cita-cita yang sudah saya tulis rapi di buku harian.

Saya menutup tulisan ini dengan niatan akan kembali membangkitkan segala keinginan, pengharapan, niat, mimpi, semangat dan cita-cita yang sudah saya tulis rapi di buku harian.

Saya akan menutup hari ini dengan niatan akan kembali membangkitkan segala keinginan, pengharapan, niat, mimpi, semangat dan cita-cita yang sudah saya tulis rapi di buku harian.

***

Ayah dan Ibu, saya memutuskan untuk melanjutkan semua keinginan, pengharapan, niat, mimpi, semangat dan cita-cita dari sana, Surga, melalui tangan Tuhan. Sampai ketemu saat segala yang saya cita-citakan sudah terwujud. Saya harap saya tak akan menjadi anak kalian di kehidupan yang akan datang.

 

Pinggir sungai dekat rumah

Penghujung Bulan Kedua di Duaribuenambelas

Advertisements

Akan menyenangkan mengetahui pemikiranmu untuk postingan ini :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s