My 21’st

image

Aku tak pernah membayangkan akan bagaimana aku di umur segini, berumur 21 tahun. Aku pernah membayangkan akan bagaimana aku di umur 15 tahun, 17 tahun, 18 tahun, 19 tahun, bahkan yang terakhir 20 tahun. Intinya, aku tak pernah membayangkan akan bagaimana aku lepas dari umur kepala duaku.

Yap. Kepala dua. Plus satu.

Dulu aku khawatir saat berumur 18 tahun, sudah lewat masa remaja. Tetap khawatir saat berumur 20 tahun. Menuju dewasa. Dan kini, aku merasa aneh berumur 21 tahun. Oh ini rasanya. Oh begini saja toh. Oh tidak ada yang berubah.

Tahun ini, ulang tahunku masih dipenuhi oleh orang-orang yang sama. Keluargaku, weny, dede, paskah, kawan-kawan kampus, si abah, dias, anak-anak SUARA USU, anak-anak paskibras dan lain-lainnya. Hanya ada satu pendatang baru. Dia.

Ulang tahun kemarin menjadi semacam reminder buatku. Bahwa aku belum berbuat apa-apa, bahwa aku belum menjadi apa-apa, bahwa bahkan aku belum mengupgrade peta hidupku. Ulang tahun kemarin mengingatkanku betapa aku hanya melakukan pencapaian-pencapaian kecil namun belum memikirkan untuk pencapaian yang lebih besar. Bahkan aku belum memetakan semua mimpi-mimpiku. Bahwa waktu memang akan terus berjalan.

Ulang tahun kemarin mengingatkanku untuk bergegas.

Untuk mereka-mereka yang sudah dan pernah ada dalam 21 tahun hidupku, aku ucapkan terima kasih. Untuk semua yang menyayangiku, terima kasih sudah mengajarkanku apa arti kasih sayang. Untuk semua yang membenciku, terima kasih sudah mengajarkanku intropeksi diri. Untuk semua yang hanya lewat di hidupku, terima kasih sudah mengajarkanku singgah sebentar.

Untuk Mamak, terima kasih sudah bersusah payah bangun dan menelpon Kakak di tengah malam. Terima kasih untuk semua doa, harap dan kebanggaan 21 tahun terakhir.

Untuk Kakek dan Nenek, terima kasih juga untuk semua lelah kalian. Untuk kasih sayang yang tak pernah putus, untuk doa yang selalu berhembus, untuk semangat yang tak pernah pupus dan untuk setiap kebanggaan kalian untukku.

Untuk Weny, terima kasih untuk selalu berusaha terjaga di pukul 00 di tanggal 20 Desember tiap tahunnya. Dan terima kasih untuk lagu Happy Birthday yang biasa kau nyanyikan via telpon, meski tahun ini hanya bisa berkirim pesan, karena aku sedang ada tugas negara. Hahaha.

Untuk Mai, Fril, Bella, Adek dan kawan-kawan sunshine lain, makasih untuk sudah mengingat ulang tahunku. Makasih juga sudah mendoakanku dari jauh. Sebenarnya aku tak berharap surprise alay dari kalian tahun ini. Itu udah kita sepakati kan? Hahaha.

Untuk Abah, makasih untuk surprise cake dan paket surprise yang lain. Aku tahu, kau mau repot-repot melakukannya karena ini ulang tahunku. Karena kau tahu betapa aku sangat menyukai ulang tahun. Dan aku tahu, kau sudah janji. Ulang tahun di tahun ini, harus menggembirkan. Karena itu, aku sudah memaafkan semua kesalahanmu, hahaha.

Untuk Dias, terima kasih untuk hadiah buku di tiga tahun terakhir. Dan untuk kealpaan tanggal ulang tahunku. Kau selalu mengucapkannya terlambat dari tanggal seharusnya. Yah, kebiasaan jelek. Ingat Yas, ulang tahun kita beda tiga hari, bukan sehari. Ohya, happy birthday! Meskipun kau gak suka ulang tahun, aku tetap suka merayakan ulang tahun orang lain. Jadi ya selamat ulang tahun, selamat berumur 23 (?).

Untuk Dede, makasih sudah mau repot-repot menyempatkan diri memilih kado dan mengantarkannya. Terima kasih sekali, De. Nantikan penampilanku dengan jilbab baru itu ya!

Untuk Paskah. Kau selalu telat sehari. Tapi enggak apa. Aku maafkan keterlambatanmu dengan hadiah oleh-oleh dari Bandung! Uuh, tidak sabar menunggu kepulanganmu.

Untuk anak-anak SUARA USU, makasih doanya. Baik yang diucapkan ataupun tidak. Yah, aku tahu kalian memang tidak romantis, jadi aku maafkan kalian yang biasa-biasa ini, hahaha.

Untuk Rani, Ebigel, Kahfi, Fina, Kur, Heny dan anak-anak Paskibras lainnya. Makasih untuk doa kalian yaa. “Dapatkan pacar baru”. Yay! Nanti aku post di grup itu foto pacar baruku yaaa, tunggu saja ~

Untuk Shippo, Julio, Kanjeng Mami dan anak-anak Epic lainnya, makasih untuk ucapan ulang tahunnya yang konyol. Aku harap reunian kita selanjutnya kalian bayari makanku rangkap 3 ya! Dasar.

Untuk Nita dan Dini. Yah, aku tahu kalian memang selalu melupakan ulang tahunku. Aku sudah lelah merepet tiap tahun. Aku pasrah aja sekarang, legowo ~

Untuk nama-nama lain yang tak bisa disebutkan; teman jauh, teman lama, teman SMP dan SMA, teman pelatihan, teman kampus, teman ketemu di jalan, temannya teman, yah semualah. Makasih untuk semua doa dan harapannya. Semoga terkabul!

Dan terakhir. The special one. Makasih untuk niat dan persiapan jauh-jauh hari. Makasih untuk semua kerempongan karenanya tapi tetap kau lakukan dengan senang hati. Makasih untuk sudah mengingatnya. Makasih untuk hadiah-hadiahnya, yang kau harapkan bisa sedikit membayar jarak kita. Tak apa, terkabul kok. Kalau mau ditanya, mana yang paling kusuka, tentu saja videonya. Tapi tak ada yang lebih membahagiakan dibanding semua niat tulusmu untuk mempersiapkan ini semua. Terima kasih.

Sekian. Sampai ketemu tahun depan!

Advertisements

Akan menyenangkan mengetahui pemikiranmu untuk postingan ini :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s