kita

image

Sejujurnya, susah untuk tidak menyukainya. Sederhananya, mudah untuk menyukainya. Terlepas dari sifatnya yang terkadang memaksa dan mengintimidasi, dia adalah pribadi yang menyenangkan.

Dia baik, luar biasa sabar, pengertian, tahu kapan harus melucu, dan yang pasti bisa memotivasi. Dia cerdas, dewasa, luar biasa perhatian, dan (orang-orang bilang) tampan.

Menurutnya, kami punya dua kesukaan yang sama; anak-anak dan buku.
Meskipun selera buku kami jauh berbeda, aku harus takjub bagaimana dia sangat menggilai dunia anak-anak.

Aku pernah menyinggungnya di tulisanku sebelumnya. Betapa kami sangat berbeda. He’s too much.

Tapi aku juga harus takjub, bagaimana dia mampu membuatku melupakan masa lalu, mampu membuatku memimpikan masa depan, mampu membuatku menata kembali tujuanku, mampu sabar menghadapi semua tingkah lakuku dan yang paling penting mampu membuatku mau menjalani hubungan jarak jauh ini.

Aku memutuskan berjalan bersama. Menemaninya mencapai step by step hidupnya. Dan menemaniku mencapai mimpi-mimpiku.

Lalu, jika ada yang bertanya. Apa yang membuatku akhirnya berani? Toh, pengalaman terakhir adalah bukti bahwa aku tak bisa.

Bahkan hingga hari ini aku tak tahu. Aku tak tahu kenapa aku berani. Aku tak punya alasan khusus kenapa aku mau mencoba kembali. Meski bayang-bayang kegagalan yang dulu tak lantas pergi begitu saja.

Tapi, jika tetap dipaksa menjawab mungkin aku akan menjawab. Itu karena dirinya. Karena dia adalah dirinya. Karena dia adalah Khairil Hanan Lubis.

Hei, seperti yang pernah kusampaikan. Tak butuh alasan untuk menyukaimu kan? Aku juga tak butuh alasan untuk menemanimu. Aku mau, hanya itu.

Perjalanan ini masih awal sekali. Perjalanan ini masih akan sangat panjang sekali. Dan sangat lama. Maka, silahkan bersabar-sabarlah denganku.

Ibarat buku. Buku kita masih sangat sedikit terisi. Ibarat anak-anak, kita masih sangat muda sekali.

Mari sama-sama menulisnya serta mari tumbuh dan mengisi diri bersama-sama.

Medan, 26 November 2015

Advertisements

2 thoughts on “kita

  1. Huaahhh, jadi dapet ide buat bikin fiksi. Hihihi..

    Hei, seperti yang pernah kusampaikan. Tak butuh alasan untuk menyukaimu kan? Aku juga tak butuh alasan untuk menemanimu. Aku mau, hanya itu. (Suka banget)

    Like

Akan menyenangkan mengetahui pemikiranmu untuk postingan ini :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s