Dia (Replika) Si Senja

Semburat merah terlihat malu-malu menyapa

Sedikit-sedikit mulai menari

Muncul dengan warna merah kejingga-jinggaan

Ditemani emas dan oranye

Semburat merah masih menari

Meliukkan pinggul dan hentak kaki

Warnanya semakin nyalang

Merahnya membara, ditemani jingga yang malu-malu

Ada emas di sana, juga oranye

Kini semburat merah itu semakin kencang meliuk-liuk, menari-nari

Sekarang ia keluar seakan tak tahu malu

Tunjukkan semuanya pada dunia

Semua yang ia punya dan disembunyikan

Merah, jingga, emas ataupun oranye

Semburat merah menggila

Liukan pinggul dan hentak kaki memburu

Pun napasnya

Tinggal satu-satu

Kata mereka ia Si Senja

Keluar saat senja muncul

Dan pulang saat senja tertidur

Dibayar, tentu saja

Advertisements

Akan menyenangkan mengetahui pemikiranmu untuk postingan ini :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s