Teruntuk Abah

Aku tak bisa menemukan foto kita yang lain, ini ajalah yaaaaaa, hahahaha
Aku tak bisa menemukan foto kita yang lain, ini ajalah yaaaaaa, hahahaha

Selamat ulang tahun, selamat ulang tahun,

Selamat hari ulang tahun, selamat ulang tahun.

Bagiku pergantian umur selalu menjadi hari yang membahagiakan, dan tentu saja selalu menghadirkan ragam cerita seru di tiap tahunnya. Untuk itulah, aku berusaha menjadikan hari spesial orang-orang terdekatku dipenuhi cerita seru yang berbeda di tiap tahunnya.

Hari ini, 7 Mei 2015 dirimu berulang tahun. Selamat ulang tahun, Aulia Adam. Selamat ulang tahun, Abah!

Karena ini hari ulang tahunmu, let’s talk about you.

Tahun 2012 menjadi awal pertemuan, dan menjadi awal perkenalan. Namun, tidak lantas menjadi teman. Siapa yang niat berteman dengan orang yang memasang wajah diam sepanjang waktu. Diam dalam artian memberikan senyum sedikiit sekali, hanya bicara sesekali, sekalinya ngobrol sengak sekali, pun waktu itu enggak ada yang mengharuskanku (notabene anak magang) ngobrol sama abang-abang ini (masih reporter saat itu).

Pertama kali lihat waktu rapat harian, disuruh redaktur nulis proyeksi online ke depan. Waktu itu duduknya di pojok sebelah tv, dan waktu nulis di depan, duduknya juga di pojok lemari buku. Pertama kali lihat yang ditengok adalah cardigan abu-abunya (atau sebutannya jaket?) yang mirip sama punya temen SMA (sempat kepikiran betapa pasarannya pakaian itu).

Setelah itu enggak pernah komunikasi sama sekali, entah kenapa ngerasa abang yang satu ini serasa ditelan bumi, enggak berasa sama sekali.

Lalu, dirinya naik jabatan menjadi koordinator online. Karena aku sudah jadi reporter waktu itu, ada sesekali berinteraksi nanyain berita. Hingga masa didamprat redaktur saat itu, jadilah enggak pernah interaksi lagi. Jangan harap kami sudah berteman saat itu, teman organisasi, iya. Aku masih sangat tidak mengenal siapa abang ini, kecuali dia suka nulis di blognya selain nulis di SUARA USU, waktu itu dia rajin share tulisan di blog ke facebooknya, jadi nongol di timeline.

Hingga di tengah tahun 2013, aku dipanggilnya bersama seorang teman. Disuruh cerita. Oke, itu pertama kalinya aku ngobrol panjang lebar dengannya dan berpikir, “apa sih abang ini? Maksa-maksa aja.”

Setelah itu, cerita yang kubagi samanya lebih banyak dari sebelumnya. Tapi, kami masih belum “berteman”. Ngobrol pun hanya sesekali, hanya tentang organisasi ini.

Tahun depannya, aku menjadi salah satu pengisi little circle-nya. Bukan berarti serta merta aku langsung memilih “berteman” dengannya. Hingga satu momen, dan aku merasa, aku bisa berteman dengannya.

Aku belajar banyak hal darinya. Mulai dari ilmu yang kelihatan hingga yang enggak terlihat. Mulai dari belajar nulis hingga belajar menjadi pemimpin. Mulai dari belajar EYD hingga belajar isi hati (eaak).

Dia yang sekarang jelas berbeda dengan dirinya yang pertama kali kulihat di tahun 2012 lalu. Sekarang, lebih banyak senyum yang terlihat meskipun sesekali masih sering menggerutu.

Tak gampang memang untuk mengenalnya di awal-awal sekali, tapi rasa-rasanya kalau sudah mendapat kepercayaannya mudah untuk berinteraksi dengannya.

Hello, Aulia Adam. Hello, abah satu-satunya sepanjang hayat! Selamat ulang tahun ke-21!

Tetap semangat menjalani hidup ini, karena sesungguhnya kita hidup untuk mereka-mereka yang menunggu kita di masa depan. Abaikan saja kata-kata orang kalau itu memberatkan langkahmu. Mereka tak tahu jalan apa yang sudah kau lewati.

Hiduplah dengan segala kesederhanaan dan kebijaksanaanmu. Tetap saja berjalan selama itu benar dan tak merugikan orang lain.

Terima kasih sudah menjadi teman yang selalu ada dan selalu mendengarkan. Terima kasih sudah menjadi teman yang selalu mengingatkan. Terima kasih sudah menjadi teman yang tak menghakimi sesalah apapun aku. Terima kasih sudah menjadikanku teman, terima kasih untuk semua kepercayaan.

Sekali lagi, selamat ulang tahun. Semoga kita masih bisa merayakan ulang tahunmu tahun depan, tahun depannya lagi, tahun depan depannya lagi, dan depan depan depan depan depannya lagi, hahaha.

Semoga aku masih bisa menjadi panitia di pesta pernikahanmu kelak (tenang saja, posisi yang sama kuberikan untukmu di pesta pernikahanku kelak :D)

Selamat berburu pacar baru di umurmu yang baru!

Anakmu.

 

ps: kalau mau tahu orangnya yang mana, nih! BlackBlank

Advertisements

Akan menyenangkan mengetahui pemikiranmu untuk postingan ini :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s