Cerita tentang Semangat

Ini aku
Ini aku

Seorang teman pernah bercerita padaku. Atau mencoba bercerita. Atau malah aku yang bercerita saat itu. Aku lupa mana yang pasti terjadi. Aku rasa kami saling bercerita dan saling mendengarkan. Tentu dengan aku yang lebih banyak bercerita dan si teman yang lebih banyak mendengarkan. Sesekalilah dia menimpali.

Atau saat aku tersadar dengan sikap kurang ajar dan tak tahu diriku—sedari tadi aku mengoceh dan dia hanya diam mendengarkan—aku akan meminta maaf dan menyatakan ketidakenakan hatiku. Lalu aku persilahkan dia untuk berbicara, saat giliranku menimpali aku akan kembali mengoceh panjang lebar. Begitu terjadi terus menerus.

Oh, oh. Ini bukan tentang bagaimana aku dan dia menghabiskan waktu berjam-jam dengan berbincang. In tentang apa yang dia ceritakan samaku saat itu. Dari semua hal yang pernah disampaikannya, ada satu yang paling membekas: kata lain apa yang tidak lebih pas untuk mengungkapkan hal itu selain semangat.

hanya butuh es krim untuk menunjukkan senyumku
hanya butuh es krim untuk menunjukkan senyumku

Malam itu kami berbincang seperti biasanya—aku yang mengoceh, dia yang mendengar dan menimpali. Kami baru saja membahas apa-apa saja yang sudah kulalui seharian itu. Tak akan bisa dengan mudah dan gamblang aku jabarkan di sini, tapi dia pasti mengerti.

Seorang teman lain—sebenarnya polanya hampir sama, selalu aku yang mendominasi pembicaraan—juga pernah mengatakan hal yang sama, meskipun dengan diksi yang berbeda. Khas mereka masing-masing. Tak ada yang bisa dilakukan selain semangat, katanya.

Teman lain ini mengatakan hal itu jauh-jauh sebelumnya, juga setelah mendengar cerita keseharianku. Dilengkapi senyum saat itu.

dan buku
dan buku

Keduanya tak saling mengenal satu sama lain, hanya mungkin saling mengenal lewat cerita-cerita yang saya lontarkan kepada masing-masing teman. Saya katakan mungkin karena mungkin saja mereka ternyata tak menggubris cerita saya dan melupakannya begitu saja, Ah, yang penting mereka tak kenal satu sama lain.

Tak ada kata lain, tak ada hal lain, selain semangat.

Saat kita kehilangan pegangan apapun yang bisa dipegang dan dipercaya dalam hidup ini, saat masih ada semangat untuk mempertahankannya, memperjuangkannya, memperbaikinya, kita pasti bisa.

dan boneka
dan boneka

Semangat memang tak segampang teoriny. Tak semudah tulisan-tulisan bacot yang kupaparkan di sini. Hanya kita pribadi yang tahu apakah kita semangat atau tidak.

Pada keduanya kutambahkan satu hal: semangat dan ikhlas.

Advertisements

Akan menyenangkan mengetahui pemikiranmu untuk postingan ini :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s