Puisi Tengah Malam

Pagi menjelang menutup sang malam

Kala itu kumasih duduk, termenung di pinggir jalan

Biar saja orang-orang melihat

Biar saja mereka menerka, sedang apakah aku ini

Aku baru saja selesai

Selesai merayu para lelaki yang kehausan di sana

Selesai menjajakan jualanku pada mereka

Ada sih yang terjual, namun tak banyak juga yang ditolak

Aku menyediakan jasa, kata mereka

Jasa menghibur, menemani dan memuaskan

Aku bebas diapain saja

Toh, aku memang ingin cari uang

Kata siapa jajananku ini untuk sembarang orang?

Hanya mereka yang bersih dan berduit boleh memilikiku

Mahal? Memang

Aku memang mahal

Semburat kemerahan terlihat

Berarti aku harus bergegas

Sebelum ada yang kembali menawarku

Tak percaya? Coba saja lihat

Kulangkahkan kaki menuju petak yang kusebut rumah

Sambil menenteng tas merah, serasi dengan heel-ku

Gaun ratusan ribu yang aku kenakan ini juga berwarna merah

Ditambah make up yang katanya sering dipakai artis

Kau tanya dari mana aku punya uang?

Ya tentu saja dari mereka.

Mereka yang membeli daganganku

Mereka yang memakai jasaku

Gampang bukan?

Kau mau ikut?

Advertisements

Akan menyenangkan mengetahui pemikiranmu untuk postingan ini :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s