Dia yang Kesembilan

Kukira apa yang sedang kita upayakan bersama saat ini benar adanya. Dia katakan padaku tak perlu cemas. Semua orang memiliki waktunya sendiri-sendiri. Telan saja semua iri dan cemburu hati. Yang ada hanya buat sesak tak henti-henti. Ayo berjuang bersama-sama, menyelesaikan ini demi tujuan masing-masing. Bagiku, kau bukan beban. Aku hanya ingin kita berjalan beriringan. Percayalah, … Continue reading Dia yang Kesembilan

Advertisements

Dia yang Kesepuluh

Aku suka caranya merayakan ulang tahun kami. Dia tak suka berkeliaran di luar. Karena itu kami jarang berkeliaran di luar. Selain menghabiskan biaya, juga menghabiskan tenaga, katanya. Kota kami yang panasnya sangat tak bersahabat ini, menjadi tantangan kalau ingin berkeliaran di luar. Dia lebih suka di dalam ruangan. Ditemani dua kotak pizza, satu botol besar … Continue reading Dia yang Kesepuluh

Dia yang Kedelapan

Baru kusadari betapa waktu bisa menjadi jahat pada kita. Tak dibiarkannya kita bertemu lebih lama. Bertukar sapa sebisanya. Tersenyum satu sama lain sesering mungkin. Kataku ayo bertemu, aku rindu. Katamu, sabar dulu, tak ada waktu. Kataku lagi, tapi rindu. Ditabung dulu, jawabmu. Kalau rindu bisa berubah jadi harta, mungkin kita sudah jadi kaya.

Sampai Jumpa

Untukmu yang disayang begitu banyak orang, untukmu yang menyayangiku begitu dalam, dan untukmu yang kusayangi selalu. Selamat jalan, semoga membahagiakan dalam perjalanan menuju akhir. Mari bertemu lagi di kehidupan yang mendatang. Setelah hari-hari terakhir menyibukkan diri, menekan-nekan emosi, mencoba nalar sebisa mungkin, pagi ini kembali dihadapkan pada kenyataan. Kau sudah tiada. Dan bisa jadi kita … Continue reading Sampai Jumpa

Cerita di Balik Layar

Untuk mereka, orang-orang baik hati yang secara sadar dan tanpa sadar mengulurkan tangan membantuku. Memberikan rasa hangat menyemangatiku. Memberi iri yang memotivasiku. Rasa syukur, ucapan maaf dan setumpuk rasa sayang kusampaikan untuk Kakek dan Nenek. Untuk Ibu dan adik-adik. Begitu juga para Uwak, para Paklik, para Buklik dan sepupu-sepupu serta keluarga besar yang tak henti-hentinya … Continue reading Cerita di Balik Layar

Sore Itu Menyenangkan

Sore itu menyenangkan. Setelah minggu-minggu terakhir disergap kesibukan masing-masing, akhirnya ada waktu yang bisa dilewatkan bersama. Lengkap dengan tumpukan makanan. Kami suka jajan. Sebenarnya aku yang suka jajan dan suka maksa dia untuk jajan bersama. Karena ada banyak macam dan tak akan habis kalau aku sendirian. Aku suka makanan kecil-kecil yang bisa ditemukan di pinggir … Continue reading Sore Itu Menyenangkan