Malam Lebaran

Aku ingat, malam seperti ini kuhabiskan dengan banyaknya sepupu dan saudara berkumpul di rumah kakek nenek. Menyalakan lilin kecil-kecil yang sengaja dibeli lebih dulu. Rumah kecil kami akan terang benderang. Tak lupa kembang api warna warni untuk memeriahkan. Lari ke sana kemari, menyapa teman sepantaran, juga uwak tetangga rumah. Ramai-ramai duduk di depan rumah. Aku … Continue reading Malam Lebaran

SELAMAT 7 MEI LAGI

Jeng jeng, sudah 25 tahun. DUA PULUH LIMA TAHUN. HAHA. Inget nggak obrolan tidak jelas di setiap selingan obrolan yang tidak jelas juga, yang kita lakukan beberapa tahun lalu? Kita kerap berpikir, kok bisa ya ada di rumah 16x9 itu, menggawangi banyak hal, menemani banyak macam orang, mengepalai ntah apa saja, saat usia masih 20 … Continue reading SELAMAT 7 MEI LAGI

Dia yang Kesembilan

Kukira apa yang sedang kita upayakan bersama saat ini benar adanya. Dia katakan padaku tak perlu cemas. Semua orang memiliki waktunya sendiri-sendiri. Telan saja semua iri dan cemburu hati. Yang ada hanya buat sesak tak henti-henti. Ayo berjuang bersama-sama, menyelesaikan ini demi tujuan masing-masing. Bagiku, kau bukan beban. Aku hanya ingin kita berjalan beriringan. Percayalah, … Continue reading Dia yang Kesembilan

Dia yang Kesepuluh

Aku suka caranya merayakan ulang tahun kami. Dia tak suka berkeliaran di luar. Karena itu kami jarang berkeliaran di luar. Selain menghabiskan biaya, juga menghabiskan tenaga, katanya. Kota kami yang panasnya sangat tak bersahabat ini, menjadi tantangan kalau ingin berkeliaran di luar. Dia lebih suka di dalam ruangan. Ditemani dua kotak pizza, satu botol besar … Continue reading Dia yang Kesepuluh

Dia yang Kedelapan

Baru kusadari betapa waktu bisa menjadi jahat pada kita. Tak dibiarkannya kita bertemu lebih lama. Bertukar sapa sebisanya. Tersenyum satu sama lain sesering mungkin. Kataku ayo bertemu, aku rindu. Katamu, sabar dulu, tak ada waktu. Kataku lagi, tapi rindu. Ditabung dulu, jawabmu. Kalau rindu bisa berubah jadi harta, mungkin kita sudah jadi kaya.

Sampai Jumpa

Untukmu yang disayang begitu banyak orang, untukmu yang menyayangiku begitu dalam, dan untukmu yang kusayangi selalu. Selamat jalan, semoga membahagiakan dalam perjalanan menuju akhir. Mari bertemu lagi di kehidupan yang mendatang. Setelah hari-hari terakhir menyibukkan diri, menekan-nekan emosi, mencoba nalar sebisa mungkin, pagi ini kembali dihadapkan pada kenyataan. Kau sudah tiada. Dan bisa jadi kita … Continue reading Sampai Jumpa